
Dalam dunia medis, keduanya sangat berbeda.
Terapi testosteron diberikan hanya ketika pria terbukti mengalami kadar hormon yang rendah berdasarkan pemeriksaan darah. Terapi ini aman dan efektif jika dilakukan di bawah pengawasan dokter, dengan dosis yang tepat dan pemantauan berkala.
Manfaat terapi ini meliputi peningkatan energi, membaiknya gairah seksual, stabilitas emosi, peningkatan massa otot, serta perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan.
Namun penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan fungsi hati, peningkatan jerawat atau kerontokan rambut, penurunan kesuburan, dan pembesaran prostat. Itulah sebabnya terapi ini harus dilakukan dengan pengawasan medis.
Yang sering disalahpahami adalah perbedaannya dengan steroid anabolik. Terapi testosteron memiliki tujuan medis yang jelas, dosis terukur, dan dilakukan secara aman. Sementara steroid anabolik digunakan untuk meningkatkan performa fisik tanpa pengawasan dan memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan.
