
Gula darah tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah kecil dan saraf yang berperan dalam proses ereksi. Kerusakan saraf tepi mengurangi sensasi dan respons seksual, sementara kerusakan pembuluh darah menghambat aliran darah ke penis.
Selain itu, diabetes juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan stres psikologis yang memperburuk kondisi.
Dengan pengelolaan gula darah yang baik, evaluasi hormon, perbaikan gaya hidup, dan perawatan medis yang tepat, pria diabetes dapat mengalami peningkatan fungsi seksual.
Pada bagian ini juga penting untuk memahami bahwa tidak ada angka “ideal” untuk frekuensi hubungan intim. Frekuensi ini bergantung pada usia, kondisi kesehatan, kebutuhan pasangan, dan kualitas hubungan emosional. Yang terpenting adalah komunikasi dan kenyamanan.
